Epistemologi

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang pengetahuan, beserta sumber, jenis, dan batasannya. Epistemologi dapat juga dikatakan sebagai teori dari ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang asal, struktur, metode, dan absahan dari ilmu-ilmu pengetahuan. Epistemologi, (dari bahasar Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/ pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. epistemologi berhubungan dengan tentang apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan. Menurut Ron Kurtus, Epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang pengetahuan, beserta sumber, jenis, dan batasannya. Epistemologi dapat juga dikatakan sebagai teori dari ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang asal, struktur, metode, dan absahan dari ilmu-ilmu pengetahuan. Makalah ini memaparkan mengenai epistemologis, ruang lingkupnya serta penerapan dan kaitannya dalam bidang pendidikan khususnya bahasa Inggris.

II. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan epistemologi?
2. Apa sajakah ruang lingkup epistemologi?
3. Bagaimana penerapan epistemologi dalam pendidikan?
4. Bagaimana penerapan epistemologi dalam pendidikan bahasa Inggris?

PEMBAHASAN

Definisi Epistemologi
Secara historis istilah epistemologi digunakan pertama kali oleh J.F. Ferrier untuk membedakan dua cabang filsafat, ontologi (metafisika umum) dan epistemologi. Epistemologi berasal dari bahasa Yunani “episteme” (pengetahuan) dan “logos” (ilmu/teori). Menurut Adrah (2010), epistemologi (filsafat pengetahuan) adalah cabang filsafat yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu pengetahuan. Ciri filsafat pengetahuan adalah mencari sebab musabab dengan bertitik tolak pada gejala–gejala pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Epistemologi adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat dan jenis pengetahuan, misalnya apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan. Epistemologi secara etimologi dapat diartikan sebagai teori pengetahuan yang benar dan lazimnya disebut sebagai teori pengetahuan atau “theory of knowledge”. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang membahas atau mengkaji tentang asal, struktur, metode serta keabsahan pengetahuan.
Ruang lingkup epistemologi
Epistemologi membahas ruang lingkup dan batas-batas pengetahuan menyangkut teori pengetahuan yang memiliki makna bahwa epistemologi adalah sebagai landasan tentang pengetahuan (Adrah, 2010). Parmono (1985), seperti dikutip dalam Adrah (2010), mengemukakan persoalan epistemologi (epistemological problem) yaitu persoalan-persoalan yang berhubungan dengan pengetahuan, kepastian pengetahuan, teori-teori pengetahuan, konsistensi pengetahuan. Landasan epsitemologi menjawab pertanyaan bagaimana cara mendapatkan pengetahuan. Sedangkan menurut Suriasumantri (1996:119), epistemologi merupakan pembahasan mengenai bagaimana kita mendapatkan pengetahuan, apakah sumber-sumber pengetahuan, apakah hakikat, jangkauan dan ruang lingkup pengetahuan? serta apakah manusia dimungkinkan untuk mendapatkan pengetahuan?

Pengetahuan
Pengetahuan adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk menuturkan apabila seseorang mengenal tentang sesuatu. Suatu hal yang menjadi pengetahuannya adalah selalu terdiri dari unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenai hal yang ingin diketahuinya. Dalam pengetahuan harus ada subjek (kesadaran untuk mengetahui sesuatu) dan objek (sesuatu yang dihadapi sebagai hal yang ingin diketahui). Pengetahuan merupakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu, atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek yang dihadapinya.
Terjadinya pengetahuan dapat bersifat apriori dan aposteriori. Apriori yaitu pengetahuan yang terjadi tanpa adanya atau melalui pengalaman, baik pengalaman indera maupun pengalaman batin. Aposteriori adalah pengetahuan yang terjadi karena adanya pengalaman.
Sumber-sumber pengetahuan:
1. Pengalaman indera (sense experience)
Aliran ini disebut empirisme. Menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalaman (empereikos = pengalaman). Dalam hal ini harus ada 3 hal, yaitu yang mengetahui (subjek), yang diketahui (obek) dan cara mengetahui (pengalaman). Tokoh yang terkenal adalah John Locke, George Barkeley dan David Hume.
2. Nalar (reason)
Aliran ini disebut rasionalisme. Aliran ini menyatakan bahwa akal (reason) merupakan dasar kepastian dan kebenaran pengetahuan walaupun belum didukung fakta empiris. Salah satu tokohnya adalah Rene Descartes. Contoh pengetahuan yang berasal dari nalar adalah matematika.
3. Otoritas (authority)
Otoritas adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui kelompoknya. Kita menerima suatu pengetahuan itu benar bukan karena telah mengeceknya diluar diri kita melainkan oleh otoritas (suatu sumber yang berwibawa, memiliki wewenang, berhak) dilapangan.

4. Intuisi (intuition)
Suriasumantri (1986) mengemukakan bahwa intuisi merupakan pengetahuan yang didapat tanpa melalui proses penalaran tertentu. Intuisi ini bersifat personal dan tidak bisa disamakan. Pengetahuan intuitif dapat dipergunakan sebagai hipotesis bagi analisa selanjutnya dalam menentukan benar tidaknya pernyataan yang dikembangkan.
5. Wahyu (revelation)
Wahyu adalah pengetahuan yang bersumber dari Tuhan melalui hambanya yang terpilih. Melalui wahyu atau agama, manusia diajarkan tentang sejumlah pengetahuan baik yang terjangkau maupun yang tidak terjangkau oleh manusia. Contoh pengetahuan yang berasal dari wahyu adalah ilmu agama.
6. Keyakinan (faith)

Epistemologi Pendidikan
Epistemologi pendidikan adalah filsafat tentang sumber-sumber pendidikan dan seluk-beluk pendidikan. Secara epistemologi, landasan pendidikan mengacu pada fitrah sebagai dasar pengembangan dan inovasi pendidikan yang berkarakter, karena pendidikan yang berkarakter selalu bertolak dari aspek-aspek kemanusiaan. Epistemologi diperlukan dalam pendidikan antara lain dalam hubungannya dengan dasar kurikulum yaitu menyangkut materi yang bagaimana serta bagaimana cara menyampaikan pengetahuan kepada anak didik disekolah. Pertanyaan mengenai mengapa salah satu mata pelajaran dijadikan pelajaran wajib dan mengapa pelajaran lain dijadikan sebagai mata pelajaran pilihan juga merupakan penerapan epistemologi dalam bidang pendidikan. Beberapa contoh lain adalah menyangkut pertanyaan berikut: metode mana yang paling tepat digunakan dalam proses pendidikan? Dengan sistem pendidikan yang mana kegiatan pendidikan dilaksanakan untuk mendapatkan nilai pendidikan yang benar?.

Epistemologi Pendidikan Bahasa inggris
Bahasa merupakan salah satu hal yang mendasari dan memungkinkan pengetahuan manusia, karena seluruh kegiatan berpikir manusia erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa manusia. Pengetahuan manusia diungkapkan dalam bentuk bahasa sehingga dengan kemampuan berbahasanya manusia mampu mengembangkan pengetahuan.
Dalam bidang linguistik terapan khususnya bahasa inggris, penerapan epistemologi contohnya ketika mempelajari perkembangan bahasa inggris tersebut. mulai dari masa Anglo- Saxon sampai bahasa inggris modern. Terjadinya bahasa Inggris dimulai saat kedatangan 3 suku bangsa Jerman yang menginvasi Inggris pada sekitar abad ke-5 sebelum Masehi yaitu Angles, Saxons dan Jutes. Pada saat itu bangsa asli Inggris menggunakan bahasa Celtic. Dalam perkembangannya, penutur bahasa Celtic terdesak ke barat dan utara oleh para pendatang ke tempat yang sekarang disebut Wales, Skotlandia dan Irlandia. Suku Angles datang dari England dan bahasa mereka dinamakan Englisc, suku bangsa Jerman tersebut memiliki kesamaan bahasa dan di Inggris bahasa tersebut berkembang menjadi apa yang dikenal sebagai bahasa Inggris Kuno. Pada perkembangan selanjutnya, terjadi perubahan yang tiba-tiba dan besar pada pengucapan bahasa Inggris yang telah ada, yaitu pengucapan huruf vokal menjadi lebih pendek dan pendek. pada abad ke-16, bangsa Inggris telah berhubungan dengan bangsa lain di dunia dan membuat banyak kata dan frase baru masuk dalam bahasa Inggris. Selanjutnya, penemuan percetakan juga mempengaruhi bahasa Inggris, dengan membawa bahasa Inggris pada bentuk standarnya.
Selain itu penerapan epistemologi dalam mempelajari bahasa Inggris misalnya ketika mempelajari asal pembentukan kata dalam bahasa inggris dan perkembangannya. Contoh lain adalah ketika menganalisis mengapa salah satu teks digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris atau tentang metode yang bagaimana yang sebaiknya digunakan ketika mengajarkan masing-masing skill listening, speaking, reading dan writing serta mengapa metode tersebut yang dipakai. Beberapa bentuk pertanyaan lain misalnya: bagaimana cara memperbanyak kosakata dalam bahasa inggris? Mengapa bahasa inggris disebut sebagai bahasa internasional?
PENUTUP

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang pengetahuan beserta sumber, jenis, dan batasannya. Bahasa Inggris merupakan suatu sistem lambang bunyi yang digunakan oleh anggota masyarakat untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi yang digunakan oleh masyarakat Inggris dan negara-negara lain. Contoh penerapan epistemologi dalam bahasa Inggris adalah ketika menganalisis perkembangan bahasa tersebut. bagaimana terbentuknya bahasa Inggris, asal usul, serta sejarahnya. Selain itu misalnya menganalisis metode pengajaran bahasa Inggris yang mana yang lebih efektif serta mengapa salah satu metode dikatakan efektif atau tidak efektif.

Referensi
Adrah, Nirmawaty. 2010. Hakikat Filsafat Pengetahuan (Epistemologi). Bahtra, Jurnal Bahasa dan Sastra, 11 (5), (144-163).
Suriasumantri. 1986. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s