being single.. :)

seminggu yang lalu saya ga sengaja nemuin sebuah buku tegeletak di atas meja tempat kerja saya. (well,,bukan seminggu yg lalu sebenarnya..lama tersimpan di draft sih ni tulisan..hehe).  Buku yang judulnya Lajang dan Nikah, Sama Enaknya Sama Ribetnya itu langsung menarik perhatian saya. Dari judulnya ketebak donk isinya seputar permasalahan si lajang dan si menikah. Langsung deh cari-cari siapa pemiliknya, mo pinjem maksudnya..haha….,Bukunya bagus,,yang akhirnya menginspirasi saya buat nulis ini juga..hehe… secara (frankly speaking nih..) saya kan berada pada usia yang menurut orang-orang saat yang tepat buat menikah. tapi tak usahlah disebutkan berapa usia saya sebenarnya..haha..

well,,menikah pasti merupakan impian setiap orang,,apalagi diusia yang sudah cukup matang,menikah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipungkiri lagi. Tapi, kita semua tau urusan jodoh tiada yang bisa mengira. Orang bilang tinggal menunggu waktu saja, jadi tidak usah terlalu risau bagi yang belum menemukan jodohnya (like me..:( hehe..). Tapi, benarkah hanya tinggal menunggu saja…?jujur, banyak pertanyaan di benak saya untuk urusan yang satu ini (jadi malu..*blushin’). Ada juga yang bilang, semua tergantung niat. Kalau sudah diniatkan dengan sungguh-sungguh, maka akan lebih cepat datangnya.

Dari beberapa buku yang pernah saya baca, seperti dalam buku jodoh cinta update tulisan mb ari wulandari, saya mencoba belajar memahami urusan yang satu ini. Rasanya tidaklah bijak kalau saya mereka-reka sendiri mengenai apa yang sedang terjadi pada saya (baca:belom ketemu jodoh haha..). Bertanya-tanya mengapa jodoh saya belum sampai juga. Apakah memang ada yang salah dengan sikap saya selama ini?ataukah memang belum waktunya? Saya mencoba mengambil hikmah dari kisah-kisah yang ada sehingga bisa lebih bijak dalam menyikapinya.

1. Niat

kalau memang benar niat yang menjadi sumber utamanya, saya akui niat saya memang masih setengah hati. Disatu sisi keinginan untuk menikah sudah ada, tapi dilain sisi hati kecil saya masih ingin menikmati hidup bebas. Masih ingin pergi kemanapun yang saya mau dan mampu. Ingin mencoba ini, itu dan lain lain yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Tentunya hal ini agak sulit diwujudkan kalau saya sudah berkeluarga. hmm..bisa jadi dengan niat yang belum lurus ini yang menyebabkan belum disampaikan langkah”nya” padaku. kaliii..:)

2. Belom waktunya

segala sesuatu ada waktunya. Indah pada waktunya. saya sudah sering mendengar ungkapan seperti ini.

as soon as possible..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s